Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Rossi: Saya Tak Pernah Rasakan Ini sejak 2009

Rossi: Saya Tak Pernah Rasakan Ini sejak 2009

Written By Zaidan Arrasyid on Selasa, 09 April 2013 | 07.05

KOMPAS.com — Valentino Rossi sangat gembira dengan pencapaiannya pada seri pembuka MotoGP 2013 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (7/4/2013) malam waktu setempat atau Senin (8/4/2013) dini hari waktu Indonesia. Start dari urutan ketujuh, "The Doctor" sukses naik podium nomor dua, berada di belakang rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo.

Wajah bila euforia melanda juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut. Sebab, ini untuk pertama kalinya dia memperlihatkan aksi yang sangat impresif dan menghibur setelah dua tahun mengalami keterpurukan bersama tim Ducati.

Maka, pernyataan yang terlontar ketika ditanya mengenai perasaannya adalah: "Saya tak merasakan hal ini sejak 2009, sejak saya cedera bahu dan kaki."

Berikut, petikan wawancara lanjutan seperti yang dikutip dari GPone:

Tanya: Berapa lama Anda menunggu untuk naik podium ini?

Rossi: Sejak November. Ketika saya pindah dari Ducati, targetku adalah finis di podium di Qatar. Setelah pemanasan, saya tahu bahwa kecepatanku cukup bagus untuk bertarung di posisi kedua.

T: Tetapi kemudian kamu melakukan sebuah kesalahan yang mana hampir membuat kamu membayar mahal.

R: Ketika saya menyalip Dovizioso, saya tak berpikir melebar di tikungan, tetapi tiba-tiba saya mendapatkan Pedrosa di depanku. Mungkin dia mengambil sudut tikungan itu dan saya terlalu antusias (tertawa). Saya memulai lomba dengan yakin karena saya tahu bisa bagus. Tetapi saya melakukan kontak dengan Dani dan saya menekuk pelindung rem saya pada roda belakangnya sehingga bagus! Hanya beberapa sentimeter lebih ke samping dan saya akan berada di tanah.

T: Kemudian Anda tampaknya tertahan di belakang Bradl.

R: Setelah kontak kecil dengan Pedrosa itu, saya sedikit terguncang dan ingin tetap tenang, tetapi saya kehilangan terlalu banyak waktu di belakang Stefan. Yamaha sempurna ketika tak ada penghalang di trek setelah itu, tetapi sulit melewati para pebalap Honda karena mereka bisa mengandalkan akselerasi yang lebih baik.

T:Tetapi bahkan setelah Anda melewatinya, pada awalnya Anda tak mendapatkan para pebalap di depan. Mengapa?

R: Saya perlu memahami limitku dan mengetahui seberapa jauh mereka yang berada di depan. Kemudian saya mulai membuat catatan waktu lap dalam rentang 1 menit 55 detik dan saya melihat mereka makin dekat. Ketika Anda mulai melihat jaraknya dekat, maka memberikan Anda motivasi tambahan dan saya mulai menikmatinya. Paruh kedua balapan selalu lebih baik bagiku; ketika ban mulai sliding dan saya merasa bagus berada di atas motor, saya bisa mendapatkan itu tambahan sepersepuluh detik. Dan motorku sempurna.

T: Apakah Anda menduga Marquez bertarung begitu keras?

R: Ketika saya melihat bahwa saya bisa mendapatkan mereka, saya mencoba menghemat sedikit energi untuk pertarungan terakhir. Saya tahu bahwa Marc akan sulit, tetapi saya juga selalu kuat dan saya tak membuat sedikit kesalahan.
T: Dengan pertimbangan reputasinya yang agresif, apakan Anda khawatir mengenai insiden?

R: Agak kontras, saya sangat menikmati pertarungan dengannya. Dia seperti saya: dia tak keberatan mengenai diserang, dia malah siap membalas. Dia membuatnya menyenangkan bagiku. Kami berdua memberikan segalanya dan sangat fair serta mendapatkan pertarungan yang berat.
T: Tak buruk untuk debutnya di MotoGP.

R: Tentu saja. Merupakan hal yang bagus mencoba mengalahkannya sesering mungkin selama paruh pertama musim karena takkan mudah melakukannya di paruh kedua (tertawa).

T: Tanpa kesalahan awal, mungkinkan Anda bisa bertarung untuk meraih kemenangan?

R: Saya pikir posisi yang riil bagiku adalah kedua. Lorenzo seperti komputer dan saya angkat topi untuknya. Saya bertanya kepadanya apakah dia merasa kesepian selama 22 lap tanpa orang lain di sekitarnya (tertawa). Kami harus tetap bekerja supaya mengalahkan Jorge, terutama pada kecepatan lap. Saya tak bisa bertahan semenit lebih lambat pada kualifikasi! Saya masih kehilangan keyakinan itu dengan M1 yang dia dan Crutchlow miliki, dan yang memungkinkan Anda mendorong lebih dari 100 persen ketika ingin cepat.

T: Anda tak terlihat menyukai format baru kualifikasi.

R: Saya sudah tua dan pada usia tertentu Anda perlu waktu tambahan untuk penyesuaian dengan perubahan (tertawa).

T: Apakah Anda terkejut melihat Pedrosa kesulitan?

R: Saya tak berpikir Dani ingin mengambil risiko saat ini dan dia menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Kemudian, ketika dia melihat tiga lap terakhir antara saya dan Marc, dia mungkin berpikir lebih baik mempertahankan jaraknya.

T: Apakah ini debut Yamaha yang lebih baik dibandingkan di Welkom pada 2004?

R: Waktu itu saya memenangi balapan dan menang selalu menjadi hal yang berbeda, emosi yang spesial. Tetapi sekarang saya berlomba dengan lawan yang luar biasa dan levelnya sangat tinggi. Saya hampir mendapatkan balapan yang sempurna dan saya sangat senang.

T: Dalam dua minggu Anda pergi ke Texas, Anda kesulitan selama uji coba. Apa yang bisa kamu harapkan?

R: Saya pikir saya akan lebih kompetitif dibandingkan saat uji coba karena kami mendapatkan pengesetan yang saya sangat suka. Saya mengincar podium meskipun saya tahu balapannya akan sulit. Tetapi kemudian kami kembali ke Eropa dan trek-treknya lebih cocok bagiku dan M1.
T: Mengapa itu?

R: Jujur, saya tak tahu (tertawa). Ini ide yang datang dariku. Di sana merupakan trek yang saya sangat suka dan di mana saya belajar membalap."

0 komentar:

Posting Komentar

Kategori

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS